Cerita Keluarga
Komunikasi
Dalam Keluarga
Oleh : I Komang Tedy Supradtawan
Keluarga
adalah unit terkecil dari masyarakat
yang terdiri atas kepala keluarga dan beberapa orang yang terkumpul dan tinggal
di suatu tempat di bawah suatu atap dalam keadaan saling ketergantungan. Dimana
didalam keluarga adanya komunikasi/interaksi sesama keluarga ibu, ayah, sodara
dan lain-lain.
Disuatu ketika saya mendapatkan
suatu keluarga yang terdiri dari ayah, ibu, anak, dan kerabat sodara di
lingkungan tersebut (Extented Family), di mana dalam keluarga tersebut adanya
suatu tidak kenyamanan antara keluarga tersebut, tidak adanya komunikasi yang
baik dalam keluarga tersebut, dimana mereka sibuk dengan kesibukannya sendiri
seperti, sibuk dengan pekerjaan rumah, sekolah, dan pekerjaan di masing- masing
orang tersebut, dimana setiap ada acara keluarga seperti kumpul keluarga
komunikasi tidak berjalan dengan baik, dimana seorang yang beinisial A cuma
berkomunikasi dengan si C, dan si B sibuk dengan smartphonenya dengan masalah
pekerjaan di kantor tersebut. Maupun anak-anak dan saudara sibuk dengan
smartphone yang dipakai untuk bermain game, tidak adanya berkomunikasi dengan
saudara,orang tua pun sibuk dengan pekerjaanya dan tidak memperhatikan
anak-anaknya. Keadaan di lingkungan keluarga tersebut sangatlah tidak adanya
komunikasi yang baik, apalagi sekarang sudah tidak seperti dulu dengan
smartphone semua barang atau apa yang mereka ingginkan terpenuhi. Dan dalam
internet semua bisa di buka dengan gampang, apalagi tanpa di awasi dengan orang
tua. Bagaimana kalau anak tersebut membuka situs terlarang? Bagaimana dengan komunikasi
dalam keluarga tersebut? Anak- anak yang tidak dijaga oleh orang tuangnya
apakah psikologinya akan buruk? Fenomena ini bukan hal baru saja, tapi sudah
banyak berada di dunia ini di keluarga kecil maupun keluaraga besar. Teknologi
di dunia ini sudah semakin berkembang pesat, dimana hampir setiap hari
seseorang yang mempunya smartphone akan membuka situs terlalrang orang dewasa
maupun dibawah umur. Tidak adanya perhatian dari orang tua, karena orang tua
sibuk dengan pekerjaanya masing-masing, dan hari demi hari teknologi tersebut
akan berkembang pesat baik dari teklogi internet maupun smartphone. Smartphon
makin cangih apakah anak tersebut tidak akan berkomuniasi dengan temamnya
karenan smartphone? Mungkin bisa jadi kalau anak tersebut selalu menatap
smartphone baik siang dan malam hari, mata menjadi rusak, dan tidak ada
perhatian dari orang lain Semua orang tua harus bertanggu jawab atas
anak-anaknya tersebut, dimana kalau anak-anak tersebut tidak dijaga atau
diperhatikan anak tersebut sudah dewasa akan menjadi brandalan karena anak
tersebut tidak pernah diperhatikan oleh orang tuanya sendiri, tidak seharusnya
dengan memberikan anak smartphone anak tersebut kan menjadi pintar, tentu
sebaliknya tidak adanya komunikasi anak tersebut sesama temannya atau malunya
anak untuk berkomunikasi dengan sudara maupun yang lainya.Disinilah peran orang
tua untuk menjaga anaknya dan memperhatikannya, diamna anak tersebut di didik
dengan hal yang positif dan adanya kasih sayang terhadap orang tua, dan di
dalam keluarga Extented Family harus saling menghormati, Gotong royong, dan
berkomunikasi yang baik supaya di kemuadian hari anak tidak akan mengikuti
jejak orang tuanya, karena pendidikan pertama yaitu pendidikan dari keluarga.
Komentar
Posting Komentar